Blog Archives

Cagar Alam Nasional Geowisata Karangsambung

Kabupaten Kebumen Nampaknya Sudah Digariskan Sebagai Daerah Yang Amat Kaya Akan Potensi Alam Yang Sangat Potensial Sebagai Tujuan Wisata. Kita Sebut Saja Satu Per Satu, Obyek Wisata Seperti Goa Jatijajar, Goa Petruk, Pantai Logending, Pantai Petanahan, Pantai Karangbolong, Pemandian Air Panas Krakal Serta Beberapa Obyek Lainnya, Geologi / Batuan Karangsambung Ini. Karena Itu, tidak Mengherankan Bila Ada Yang Menyebut Berwisata Ke Kebumen Merupakan Jenis Wisata Alam (Nature Tourism).

Karangsambung adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Di Kecamatan Karangsambung terdapat Lokasi Cagar Alam Geologi Nasional yang dikelola oleh Balai Informasi Dan Konservasi Kebumian Karangsambung-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Cagar Alam Geologi Nasional-Karangsambung merupakan laboratorium alam untuk mempelajari geologi pada khususnya dan kebumian pada umumnya. Terdapat berbagai batuan yang berumur antara 125-65 juta tahun yang lalu. Pada zaman tersebut kawasan Karangsambung merupakan dasar samudera. Akibat tumbukan antara tiga lempeng bumi, maka kawasan Karangsambung sekarang terangkat ke permukaan.

Berwisata Ke Karangsambung, Belum Dikata Merupakan Suatu Bentuk Wisata Yang Khas, Berbeda Dengan Berwisata Ke Obyek-Obyek Yang Lain, Karena Lebih Condong Bersifat Wisata Ilmiah. Atau Lebih Khusus Lagi, Dikenal Sebagai Wisata Ilmiah (Geo Wisata). Bagaimana Sebenarnya Bentuk Wisata Ke Obyek Yang Satu Ini, Mudah-Mudahan Tulisan Ini Bisa Memberikan Sedikit Informasi Tentang Hal Itu.

Apakah Anda Ingin Melihat Dan Ingin Tahu Seperti Apa Wujud Batuan Dasar Samudera, Batuan Dasar Pulau Jawa Yang Terangkat, Bekas-Bekas Tumbukan, Aneka Cindera Mata Dari Batu Mulia Beserta Penjelasan Ilmiahnya. Itulah Antara Lain Tawaran Simpatik Yang Disodorkan Oleh Obyek Wisata Ini. Saran Kami, Jangan Sia-Siakan Begitu Saja Penawaran Itu, Segera Kita Langkahkan Kaki Kita Ke Sana. Sebab, Dalam Kenyataannya Para Wisatawan Manca Begitu Antusias Untuk Mengenal Dari Dekat ‘Taman Batuan Alam’ Yang Konon Merupakan Taman Geologi Yang Terlengkap Di Asia Pasifik. Jadi, Apakah Kita Harus Kalah Dalam Semangat ‘Ingin Tahu’ Dengan Bangsa Manca Terhadap Kekayaan Milik Kita Sendiri.

Sebagai Gambaran Bagi Anda, Di Karangsambung Kita Akan Mendapat Penjelasan Tentang Keunikan Karangsambung, Melihat Contoh Batuan, Proses Pembuatan Kerajinan Batu Mulia Dan Hasilnya Yang Siap Dijual Preparasi Batuan Dan Analisa / Uji Mutu Serta Pemaduan Ke Beberapa Lokasi Batuan Yang Sangat Penting Bagi Dunia Ilmu Pengetahuan Yang Tersingkap Di Lapangan.

Benteng Van Der Wijck

Benteng Van Der Wijck adalah benteng pertahanan Hindia-Belanda yang dibangun pada abad ke 18. Benteng ini merupakan salah satu peninggalan Colonial Belanda yang berada di Kompleks Secata A ( Sekolah Calon Tamtama A ) Gombong beralamat di Jalan Sapta Marga Gombong, atau sekitar 21 km dari kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, atau 100 km dari Candi Borobudur, Magelang.

Benteng ini seluruhnya terbuat dari batu bata merah dan memiliki ciri-ciri khusus yang berbeda dengan benteng-benteng lain peninggalan Belanda di Indonesia. Di Benteng inilah Soeharto, mantan Presiden Indonesia ke-22 pernah di latih kemiliteranya.

Benteng ini dibangun pada abad ke XVIII Oleh Belanda dengan tujuan untuk pertahanan, dan bahkan kadang-kadang untuk menyerang. Nama Benteng ini diambil dari VAN DER WIJCK, nama yang terpampang pada pintu sebelah kanan, yang kemungkinan adalah nama komandan pada saat itu.

Benteng ini kadang-kadang dihubungkan dengan nama FRANS DAVID COCHIUS (1787-1876), seorang jenderal yang bertugas di daerah barat bagelen yang namanya diabadikan menjadi BENTENG GENERAAL COCHIUS.

Selanjutnya Benteng pertahanan ini digunakan untuk sekolah militer. Setelah direnovasi menjadi tempat wisata, area ini dilengkapi dengan Taman, Kolam Renang dan Arena Permainan anak-anak.

Gua Jatijajar

Dibentuk alam selama ribuan tahun, muncullah sebuah karya nan indah yang menawarkan nuansa lain. Tempat berpetualang di perut bumi, namun santai dan menyenangkan yang terletak 21 kilometer ke arah selatan Gombong, atau 42 kilometer arah barat Kebumen.

Gua Jatijajar berada di kaki pegunungan kapur. Objek wisata ini sungguh sangat menarik. Pegunungan kapur ini memanjang dari utara dan ujungnya di selatan menjorok ke laut berupa sebuah tanjung.

Sebagaimana umumnya objek wisata lain di Indonesia, yang hampir selalu menyimpan legenda, Gua Jatijajarpun tak terkecuali. Kata yang punya cerita, Gua Jatjajar ini pada zaman dahulu merupakan tempat bersemedi Raden Kamandaka, yang kemudian mendapat wangsit. Cerita Raden Kamandaka ini kemudian dikenal dengan legenda Lutung Kasarung. Visualisasi dari legenda tersebut dapat kita lihat dalam diorama yang ada di dalam goa itu.

Masuk ke dalam gua ini, bagaimanapun ada rasa degdegan. Betapa tidak! Karena merasa seperti masuk ke dalam mulut binatang purba Dinosaurus. Tambah ngeri lagi jika membayangkan gelapnya suasana di dalam perut dinosaurus tersebut. Namun rasa cemas itu segera sirna, sebab ruangan diterangi oleh lampu listrik dari ujung ke ujung. Meski mulut gua cukup lebar, namun ruang perut dinosaurus lebih lebar lagi. Pada langit-langit terdapat sebuah lubang sebagai ventilasi. Di tengah-tengah terdapat kursi melingkar tempat duduk pengunjung sambil menikmati indahnya ornamen stalagtit dan stalagnit serta diorama legenda Lutung Kasarung.

Setelah puas menyaksikan sajian ini, perjalanan dilanjutkan dengan menuruni tangga menuju ruang yang merupakan bagian ekor dari dinosaurus tersebut. Di dalam ruang ini, Anda dapat melihat sumber mata air yang disebut Sendang. Jumlah sendang tersebut ada 4 buah, yaitu Sendang Mawar, Kantil, Jombor dan Puserbumi. Sendang Mawar dipercayai mempunyai kekuatan gaib yang bisa membuat seseorang tetap awet muda, karenanya setiap pengunjung selalu menyempatkan diri untuk membasuh muka dengan air Sendang Mawar tersebut.

Dipenuhi oleh rasa kagum dan terpesona, tanpa terasa Anda telah menempuh jarak 250 meter menyusuri perut dinosaurus. Fantastis bukan? Dan itulah kenyataannya. Bukan itu saja, bahkan tanpa Anda sadari, Anda telah masuk ke perut bumi sedalam 40 meter. Benar-benar suatu petualangan yang santai yang hanya bisa dicicipi di Taman Wisata Gua Jatijajar.

Terletak 21 Km sebelah barat daya Kecamatan Gombong, atau 42 Km sebelah barat daya kota Kebumen. Legenda di dalam goa menggambarkan legenda Raden Kamandaka atau legenda Lutung Kasarung. Panjang goa adalah 250 meter. Di area Goa Jatijajar ini juga terdapat beberapa goa lainnya, seperti Goa Intan dan Goa Dempok serta tersedia taman dan Pulau Kera. Untuk menuju ke obyek wisata ini telah tersedia sarana dan prasara transportasi, penginapan serta rumah makan yang relatif representatif. Patung Dinosaurus yang seolah memuntahkan air dalam lokasi wisata ini sebenarnya merupakan muara dari mata air dari dalam Goa Jatijajar yang tiada pernah berhenti walau musim kemarau sekalipun.

Obyek wisata Goa Jatijajar dilengkapi taman yang asri yang dilengkapi dengan taman bermain. Taman ini diberi nama Pulau Kera, karena di taman ini terdapat banyak patung kera. Di gerbang mulut Goa Jatijajar, terdapat lobang di antara stalagnit, sehingga bila cahaya matahari masuk terlihat sangat indah. Goa Jatijajar merupakan bukti dari legenda Kamandaka (Lutung Kasarung), di mana kisah ini secara tersirat dikisahkan melalui patung-patung yang ada di dalam Goa Jatijajar. Di dalam Goa Jatijajar terdapat sebuah mata air (sendang) yang konon kabarnya akan membuat awet muda bagi yang mencuci muka di sana.

Di samping Goa Jatijajar, masih terdapat goa yang lain seperti Goa Dempok ini. Stalagtit yang terdapat di dalam Goa Dempok terbentuk secara alami selama ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Hingga kini masih terjaga keasliannya. Goa Intan berada satu lokasi dengan obyek wisata Goa Jatijajar. Goa ini memiliki keunikan tersendiri dengan langit goa yang relatif tidak terlalu tinggi.